아무 단어나 입력하세요!

"lour" in Indonesian

mengernyitkan dahimendung (langit)

Definition

Menunjukkan ekspresi marah atau muram dengan mengernyitkan dahi, atau langit yang gelap dan mendung seolah akan hujan badai.

Usage Notes (Indonesian)

Ini adalah kata sastra dan formal; jarang dipakai sehari-hari. Gunakan ‘mengernyitkan dahi’ untuk ekspresi muka, ‘mendung’ untuk langit. Jangan bingung dengan ‘menurunkan’.

Examples

He began to lour when he heard the bad news.

Ketika mendengar kabar buruk, dia mulai **mengernyitkan dahi**.

Dark clouds began to lour over the city.

Awan gelap mulai **mendung** di atas kota.

Her face would often lour when she was upset.

Ketika dia kesal, wajahnya sering **mengernyitkan dahi**.

The teacher's eyes would lour whenever the class was noisy.

Setiap kali kelas berisik, mata guru akan **mengernyitkan dahi**.

By late afternoon, the sky began to lour and thunder rumbled in the distance.

Menjelang sore, langit mulai **mendung** dan gemuruh terdengar di kejauhan.

You don't need to lour just because things didn't go your way.

Tidak perlu **mengernyitkan dahi** hanya karena keinginanmu tidak terwujud.