"there is no accounting for taste" in Indonesian
Definition
Setiap orang punya seleranya sendiri, dan kesukaan pribadi tidak bisa dijelaskan atau dinilai.
Usage Notes (Indonesian)
Biasanya dipakai secara netral atau bercanda saat membahas selera aneh orang lain. Jarang dipakai oleh anak muda dalam percakapan santai.
Examples
He loves pineapple on pizza. There is no accounting for taste.
Dia suka nanas di atas pizza. **Soal selera tidak bisa diperdebatkan**.
Some people like horror movies, some don't. There is no accounting for taste.
Ada yang suka film horor, ada juga yang tidak. **Selera orang berbeda-beda**.
She's wearing bright yellow shoes. Well, there is no accounting for taste.
Dia pakai sepatu kuning terang. Yah, **soal selera tidak bisa diperdebatkan**.
You bought that painting? Okay, there is no accounting for taste!
Kamu beli lukisan itu? Oke, **selera orang berbeda-beda**!
Why do you listen to that music? Well, there is no accounting for taste.
Kenapa kamu dengar musik itu? Yah, **soal selera tidak bisa diperdebatkan**.
He's obsessed with old trains—there is no accounting for taste, I guess.
Dia terobsesi dengan kereta tua—**selera orang berbeda-beda**, mungkin.