"cry over spilled milk" بـIndonesian
التعريف
Bersedih atau mengeluh tentang sesuatu yang sudah terjadi dan tidak bisa diubah.
ملاحظات الاستخدام (Indonesian)
Ekspresi ini biasa diucapkan secara informal untuk menasihati agar tidak larut menyesali hal yang sudah terjadi. Jarang digunakan dalam tulisan resmi.
أمثلة
Don't cry over spilled milk; just move on and try again.
Jangan **menyesali yang sudah terjadi**; lanjutkan dan coba lagi.
It's no use to cry over spilled milk after the test is over.
Setelah ujian selesai, tidak ada gunanya **menyesali yang sudah terjadi**.
She told him not to cry over spilled milk when he lost his wallet.
Dia bilang padanya supaya tidak **menyesali yang sudah terjadi** saat dompetnya hilang.
I know the project failed, but let's not cry over spilled milk—we have to focus on the next step.
Saya tahu proyeknya gagal, tapi mari kita jangan **menyesali yang sudah terjadi**—kita harus fokus ke langkah selanjutnya.
You forgot your umbrella again? Oh well, no point in crying over spilled milk.
Kamu lupa payung lagi? Ah, tidak ada gunanya **menangisi susu yang tumpah**.
My phone broke, but I'm not going to cry over spilled milk—I'll just buy a new one.
HP-ku rusak, tapi aku tidak akan **menyesali yang sudah terjadi**—aku akan beli yang baru saja.