"peanut gallery" in Indonesian
Definition
Ungkapan ini menunjuk pada orang-orang yang suka memberi komentar tidak diinginkan, tidak membantu, atau asal-asalan saat diskusi. Dulu aslinya untuk penonton di kursi murah teater.
Usage Notes (Indonesian)
Hanya dipakai secara informal, kadang dengan nada bercanda atau sarkas. Biasanya untuk menyebut orang yang berkomentar tak relevan di rapat atau diskusi. Jangan digunakan di tulisan formal.
Examples
Please, no comments from the peanut gallery.
Tolong, jangan ada komentar dari **para pengamat iseng**.
The teacher told the peanut gallery to be quiet.
Guru meminta **para pengamat iseng** untuk diam.
Ignore the peanut gallery and keep going.
Abaikan saja **para pengamat iseng** dan teruskan.
Whenever we have a meeting, the peanut gallery always has something to say.
Setiap kali kita rapat, **para pengamat iseng** selalu saja berkomentar.
Don't listen to the peanut gallery—they just like to complain.
Jangan dengarkan **para pengamat iseng**—mereka cuma suka mengeluh.
Here come the suggestions from the peanut gallery again!
Lagi-lagi muncul saran dari **para pengamat iseng**!